Oleh: ekoyw | Juni 15, 2011

Gajah Mada Lahir di Lamongan?

Begitulah yang aku baca pagi setengah siang ini dari Kompas Online. Link lengkapnya adalah berikut :  Gajah Mada Lahir di Lamongan.

Daerah yang disebut dalam tulisan tersebut sekarang ini terdiri dari beberapa kecamatan, yakni Babat, Modo, Bluluk, Ngimbang, Sukorame dan Sambeng. Di kecamatan – kecamatan ini memang cerita rakyat tentang Gajah Mada kelahiran Modo memang mengakar kuat.

Nama – nama yang disebut di tulisan itu juga sampai sekarang masih ada. Modo dan Ngimbang adalah nama Kecamatan. Ngimbang sendiri dulu adalah sebuah Wedana Lamongan bag Selatan. Wedana adalah jabatan semacam pembantu bupati yang mengkoordinir para Camat. Nama Bedander juga ada baik di Bojonegoro, yang kebetulan lokasinya juga tidak jauh dari Babat serta Kabuh. Kabuh adalah nama Kecamatan di Jombang yang berbatasan dengan Ngimbang.

Nama Pamotan sendiri jika dicari di google ada beberapa nama tempat yang memiliki nama sama. Tetapi jika mengacu ke cerita tadi, nama Pamotan adalah Desa Pamotan, Kec Sambeng. Sebuah desa kecil di tengah hutan Jati yang sebelah selatan berbatasan dengan Desa Asemgede Kec Kudu Jombang.

Di desa ini setidaknya ada dua peninggalan penting. Di tengah desa terdapat sebuah pohon beringin tua yang kayunya sudah lapuk. Namun sayang, pohon ini sudah sekitar 10 tahun sudah roboh termakan usia. Di bawah pohon ada sebuah batu keramat yang sekarang masih ditempatkan di lokasi bekas pohon beringin ini. Di lokasi pohon Beringin ini, hampir setiap tahun ada pemutaran film layar tancap dari Dinas Penerangan Kab Lamongan (mungkin sekarang Dinas Infokom) saat akhir Mei bertepatan dengan HUT Kab Lamongan, sebab ada cerita asal muasal perjalanan Raden Surajaya dalam mendirikan Kab Lamongan berasal dari perjalanan dari desa ini.

Kemudian dekat pemakaman umum desa, terdapat prasasti berupa Watu Gong. Menurut cerita masyarakat setempat, beberapa mahasiswa yang pernah KKN di desa ini sejak tahun 1980-an ataupun dari dinas setempat pernah berusaha mengambil foto dan menerjemahkan tulisan di Watu Gong tersebut. Sayang sampai sekarang belum ada yang bisa menerjemahkan. Dan lebih sayang lagi, prasasti ini juga sudah sekitar tahun 2004 hilang dicuri orang yang tidak bertanggung jawab.

Beberapa peninggalan di sekitar daerah Lamongan Selatan misalnya bisa dibuka disini

Tentang Pamotan sendiri bisa dibaca di sini

Di selatan Desa Pamotan yang sudah masuk wilayah Desa Cupak, Kec Kudu Jombang juga ada petilasan Gunung Pucangan yang konon tempat Dewi Kilisuci, putri Airlangga, memilih menjadi pertama daripada jadi Ratu. Hal ini menyebabkan kerajaan Airlangga dipecah menjadi dua menjadi Kahuripan dan Dhaha. Di petilasan ini juga ada makam Maling Cluring dan Maling Adiguna yang konon bisa masuk rumah melalui sorot lampu yang keluar dari celah-celah dinding rumah.  Kedua maling ini disebut sebagai maling yang budiman, yaa semacam Robin Hood-nya masyarakat sekitar.

Keberadaan kali Lamong dalam tulisan di Kompas itu juga ada. Kali yang sering membuat banjir di sisi hilir di Gresik dan Surabaya ini sebetulnya hanya sungai kecil. Jika dianggap anak sungai Kali Brantas rasa-rasanya tidak tepat. Karena lokasinya jauh dari Kali Brantas dan dibatasi perbukitan kapur yang membuat kali ini sama sekali tidak terhubung dengan Kali Brantas. Kali ini malah di hilir mendekati Bengawan Solo karena sama – sama bermuara di sekitar Gresik.

Cerita rakyat tentang Gajah Mada berasal dari Modo ini juga didukung beberapa petilasan seperti petilasan Gunung dan Sendang (Telaga) Ratu di Sendang Rejo, Ngimbang yang disebut sebagai makam Dewi Andongsari, Ibunda Gajah Mada. Informasi petilasan ini bisa dilihat di sini.

Masih banyak beberapa peninggalan di wilayah Lamongan Selatan ini, misalnya yang berhubungan dengan Prabu Angling Dharma dan Kerajaan Malwapati yang disimpan di dusun Melawan (Orang sekitar menyebutnya Desa Nglawan), Desa Kedung Wangi, Kec Sambeng.

Sayang, sepertinya petilasan-petilasan tersebut lebih cenderung dipelihara menjadi cerita rakyat daripada dikembangkan dan diteliti tentang sejarah di balik petilasan tersebut.

About these ads

Responses

  1. Wallahu a’lam bisshowaab….

  2. info bagus.., perlu dikembangkan lagi gan..
    gali sampai ke akarnya.. :)

  3. bagus bnget gan, penting buat prkmbgn sjarah tntang lamongan.

  4. tempat watu gong berada adalah tempat saya main dulu

  5. ambil linknya ya mas..

    nice artikel.

    • Oke… monggo..

  6. [...] it’s amazing story for me.. Cerita-cerita menarik lainnya bisa diakses disini, disana dan [...]

  7. ngaten ta hee

  8. Bisa beritahu saya tentang letak kerajaan kahuripan dimana ? Karena saya penasaran ada dimana

  9. GAJAH MADA merupahkan infirasiku,,
    Bagiku Beliau hebat, mampu membuat Nusantara menjd luas..

  10. gajah mada

    dlam ejaan jawa mada sama dg modo.
    dr sini saja sudah jls.

    hrusx pemerintah melalui dinas terkait lbh melestarikan sejarah bangsa ini.

    jngn sbuk ngurusin isi kantong masing2


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 713 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: