Oleh: ekoyw | Desember 17, 2009

Tidak Ada Sinyal

Bagi kita yang di Jawa, mungkin jarang sekali terjadi gangguan tidak ada sinyal HP. Hal ini dikarenakan pertama jarak antar desa yang relatif dekat sehingga jarak antara BTS (Base Transceiver Station) satu dengan yang lainnya juga relatif dekat. Sehingga jika satu BTS faulty/mati maka masih bisa di-handle oleh BTS yang lain kecuali totally black out dari jaringan seluler.

Namun tidak di luar Jawa. Jarak yang jauh akan menyebabkan faulty-nya BTS akan sangat terasa bagi konsumen.

Berikut beberapa penyebab tidak adanya sinyal seluler secara ringkas, mudah dipahami dan saya coba tidak menggunakan istilah seluler yang muluk – muluk.

  1. Pernah dengar ini,”Power is not everything but anything without power is nothing ?” Istilah ini sangat berlaku di dunia BTS apalagi di luar Jawa yang sering mengalami pemadaman listrik minimal bisa 8 jam sehari (Manja juga tuh orang Jakarta. Mati sebentar langsung teriak – teriak).  Intinya adalah tidak adanya supply listrik DC ke perangkat BTS dan transmisi. Hal ini bisa disebabkan karena listrik mati dalam jangka waktu lama sehingga cadangan arus DC di Rectifier yang disimpan dalam baterai habis.  Rectifier berfungsi merubah tegangan AC listrik menjadi DC sebelum disalurkan ke perangkat BTS dan Microwave atau disimpan dalam baterai. Kemampuan daya tahan baterai juga berbeda – beda tergantung kapasitas baterai berapa Ah(Ampere Hour). Jika 1 bank baterai (biasanya berjumlah 4 buah baterai) memiliki kapasitas 100 Ah dan beban yang harus dialirkan sebuah Rectifier adalah 20 Ampere maka idealnya perangkat masih bertahan selama 5 jam. Tetapi biasanya di rectifier di-setting ada batasan berapa persen dari kapasitas baterai yang boleh digunakan untuk men-supply beban. Misal jika digunakan batasan 20% maka dari 100 Ah, hanya 80 Ah yang digunakan sehingga berarti perangkat hanya tahan 4 jam. Hal di atas adalah hitungan sederhananya.
  2. Masalah perangkat BTS. Dalam hal ini saya ambil contoh perangkat BTS Siemens. Dalam BTS, terdapat perangkat bernama Core Base/COBA. Jika di komputer, mungkin analoginya mirip seperti microprocessor. perangkat ini yang akan menghandle trafik di BTS. Jika COBA ini hang, seperti komputer, maka BTS tidak berfungsi. Sehingga COBA ini perlu di-restore software dan di-reconfigure lagi yang biasanya disebut proses Commissioning. Selain COBA, perangkat BTS lainnya seperti Cell Unit (yang menangani trafik), Combiner (yang menangani sektor BTS dan menghubungkan perangkat dengan antena sehingga menghasilkan sinyal yang diterima HP) juga kadang bermasalah meskipun proses recovery-nya tidak sesulit COBA karena hanya tinggal ganti saja.
  3. Perangkat transmisi. Transmisi  ini sebagai ‘jalan komunikasi’ penghubung antara BTS satu dengan lainnya dan BTS dengan sentral-nya (BSC/Base Station Controller). Karena sebagai media komunikasi maka perangkat ini selalu berpasangan antara satu titik BTS dengan sisi lawan yang bisa berupa BTS/BSC lain.  Sebagaimana jalan dalam bentuk fisik maka jika jalan tersebut putus akan menyebabkan terisolasinya suatu desa/lokasi. Demikian juga dengan perangkat ini. Jika terputus maka BTS tidak bisa berkomunikasi dengan sentral. Sinyal di HP menjadi tidak ada karena BTS tidak bisa menerima sinyal yang dikirimkan BSC untuk memfungsikan BTS. Penyebab dari tidak berfungsinya transmisi ini bisa bermacam-macam. Jika transmisi berupa microwave/perangkat radio terrestrial atau tidak melalui satelit maka permasalahan bisa terjadi karena : hujan lebat/kabut sehingga menyebabkan berkurangnya kemampuan menerima sinyal dari sisi lawan, angin kencang sehingga menyebabkan antena bergeser dan tidak pas mengarah ke sisi lawan, kabel penghubung antara antena ke perangkat indoor putus, gangguan di sisi DDF (perangkat untuk mengatur dan menghubungkan antara satu perangkat transmisi ke perangkat transmisi yang lain) atau perangkat indoor sendiri yang rusak. Jika menggunkan kabel serat optic, gangguan paling sering adalah terputusnya jaringan kabel serat optic entah karena Back Hoe proyek atau sekadar cangkul Pak Tani.
  4. Gangguan pada konfigurasi multidrop-star. Setiap BTS bisa dikonfigurasi terhubung langsung ke BSC (Star) maupun terhubung ke BSC melalui BTS lain (Multidrop). Jika Multidrop maka jika BTS yang terhubung langsung ke BSC faulty maka BTS yang berada di belakangnya juga ikut faulty meskipun tidak terjadi gangguan apa pun di BTS belakang tersebut. BTS ini faulty karena tidak bisa berhubungan dengan BSC.
  5. Gangguan pada sentral BSC. Jika terjadi pada sisi BSC maka dampak terburuk terjadi adalah tidak ada sinyal secara total pada suatu area yang luas (misalkan satu kabupaten). Jika satu BSC meng-handle 50 BTS maka area 50 BTS tersebut akan tidak ada sinyal sama sekali.
  6. Jika berupa parsial, misal kan hanya SIM Card produk tertentu dari suatu operator tidak mendapat sinyal di suatu area tertentu sedangkan SIM Card produk yang lain dalam operator yang sama  mendapat sinyal di area yang sama, bisa disebabkan karena belum di-setting-nya penambahan database dari produk tersebut di BTS tersebut. Anda tinggal melaporkan ke operator anda agar database BTS di area tersebut di-setting kembali.

Menjadi pelanggan adalah raja.  Tetapi tidak ada salahnya kita juga belajar tentang apa dibalik yang kita nikmati selama ini. Sehingga kita menjadi pelanggan yang cerdas.


Responses

  1. makasih, tulisannya bagus. saya butuh info untuk kerjaan saya.
    ternyata saya belajar dari costumer ya. hehehe

    • maaf pak setelah saya baca-baca lagi ternyata bpk orang telco juga. hehehe
      maaf, saya terkecoh oleh kata-kata “Menjadi pelanggan adalah raja. Tetapi tidak ada salahnya kita juga belajar tentang apa dibalik yang kita nikmati selama ini. Sehingga kita menjadi pelanggan yang cerdas.” hehehe

      • hehehehehe… yaaa begitulah pak…
        Meski kita kuli tower juga, tidak ada salahnya toh berbagi sedikit apa yang kita ketahui😀

  2. Mantab! Terimakasih, pak. Info yang membantu sekali bagi rookie seperti saya, hehe. ‘Sama-sama kuli tower’? Plihan kalimat yg humble..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: