Oleh: ekoyw | Desember 26, 2009

Wangon….

Wangon ini bukan nama sebuah kota kecil di Banyumas yang minimal sekali dalam satu tahun disebut-sebut orang dalam liputan arus mudik Lebaran.

Wangon adalah sejenis tumbuhan perdu yang biasa tumbuh di hutan Jati. Jika Jati pada musim kemarau meranggas maka wangon ini malah mulai tumbuh tunas dan menjadi setitik hijau di antara keringnya Jati yang meranggas.

Tumbuhan ini setinggi sekitar 1-2 meter, merupakan perdu yang mirip dengan beluntas. Besar daunnya juga mirip dengan beluntas tetapi lebih hijau tua dan kesat.

Masyarakat desa di sekitar hutan Jati sering memanfaatkan tumbuhan yang satu ini sebagai sumber sayuran di tengah susahnya mencari sayur di musim kemarau. Pucuk – pucuk daun wangon yang masih hijau muda dipetik dan dikumpulkan. Pucuk – pucuk daun ini bisa dimasak sayur asem atau dibuat urap (masyarakat desa kadang menyebutnya ‘kulup’). Jenis sayur asemnya pun boleh dibilang beda dengan yang biasa kita temui di kota. Dengan bumbu bawang merah, bawang putih, lengkuas, asem, kemiri dan 1-2 buah cabe rawit serta diberi campuran talas/keladi atau ubi rambat maka sayur asem tersebut terasa lebih segar. Apalagi jika dengan lauk ikan asin dan sambal terasa dan dimakan saat udara sedang panas.

Demikian lah, alam menyediakan semuanya buat manusia dan tinggal kebijakan manusia untuk memanfaatkannya.


Responses

  1. Terimakasih atas informasi daun wangon memang saya sedang cari daun tersebut untuk obat ibu saya dimana saya bisa dapatkan mohon bantuannya

    • Wah, saya malah baru tahu kalau daun tersebut bisa dijadikan obat.
      Pohon wangon banyak ditemui di hutan – hutan jati. Boleh dibilang tidak kenal musim, jika kemarau saat jati meranggas saja ada, apalagi musim hujan.
      Tapi terus terang saya belum menemukan biasanya dijual dimana layaknya sayuran biasa. Biasanya penduduk sekitar hutan langsung mengambil dan mengkonsumsinya sendiri.
      Mbak Wiwiek bisa mendapatkan di daerah jika di Jatim, misalnya : di Hutan Saradan jika melintas dari Nganjuk-Madiun, Hutan di jalan raya perbatasan Jombang-Lamongan-Mojokerto, Hutan Jati di daerah Cepu-Bojonegoro, Hutan di jalan Babat-Tuban. Mbak Wiwiek bisa memetik langsung setelah lebih dulu memastikan ke penduduk setempat atau ke petugas Perhutani tentang mana yang disebut pohon Wangon.
      Semoga bermanfaat.

  2. rasanya ,daun wangon Yg di buat sayur asem tu kyag daun lamtoro

    • Yup… agak sepat – sepat gimana gitu..
      Tapi segeeerrr😀

  3. Tolong berikan gambarnya pohon wangon,makasih

    • Wah…. nunggu saya mudik dulu ke desa pak hehehehe. Bentuknya seperti tanaman perdu, daunnya kecil, tinggi sekitar 1-1,5 m.

  4. sudah lama saya ingin merasakan kembali daun wangon…dimana bisa menemukannya?

    • Coba cari di hutan – hutan jati pak. Terutama saat musim kemarau. Penduduk desa pasti tahu tanaman ini. Ini seperti tanaman perdu.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: