Oleh: ekoyw | Februari 5, 2010

Memilih Laptop

Alhamdulillah, akhirnya seminggu yang lalu laptop atau notebook yang diinginkan telah datang. Mungkin telah menjadi kebiasan saya kali,  baru survei barang ketika sedang membutuhkan barang tersebut. Hal ini terjadi ketika setahun lalu memutuskan beli HP Sony Ericsson C702i karena Siemens telah menghentikan produksi HPnya dan susahnya cari HP yang cocok buat aktifitas outdoor. Demikian juga waktu memutuskan membeli kamera. Baru saat mau beli, baru saat itu pula survei harga dan melakukan perbandingan antara satu merk dengan merk yang lain.

Demikian pula ketika sejak awal bulan ini ingin membeli laptop. Kebingungan pun terjadi. Pertanyaan ‘mau beli yang mana’? Beli dimana? bolak – balik muncul. Apalagi sudah lama saya tidak mengikuti perkembangan teknologi hardware komputer. Pertanyaan – pertanyaan seperti ini mungkin sering muncul bagi kita ketika akan membeli laptop.

Berikut beberapa tips dari saya:

  1. Anggaran kita berapa? Mau beli barang apapun, jika anggaran kita tidak ada maka jangan harap barang idaman kita dapat. Dengan tahu anggaran yang kita sediakan maka kita bisa buat komparasi kira-kira laptop mana saja yang bisa kita dapatkan.
  2. Apakah anda Brand Minded? Wajar – wajar saja jika kita favorit pada merk tertentu. Kebanyakan laptop sekarang adalah buatan China meskipun menggunakan merk Amrik.  Dulu ada juga isu jika beberapa merk lokal sebetulnya bukan dibuat di Indonesia tetapi diimpor dari industri rumah tangga di Taiwan dan di Indonesia tinggal ditempel merk. Tentu untuk hal ini, anda harus cek sekali lagi.
  3. Definisikan kebutuhan anda. Apakah hanya untuk internetan sehingga netbook saja sudah cukup? Apakah  untuk kebutuhan akademis sehingga butuh notebook kelas menengah? Apakah untuk kebutuhan grafis kelas berat? Atau apakah untuk pekerjaan yang sering berhubungan dengan perangkat lain (keren disebut ‘interfacing’) sehingga membutuhkan port – port tertentu.
  4. Ini yang penting. Setelah anda tahu harga laptop berapa, merk apa,  yang akan dibeli serta sesuai tidak dengan kebutuhan maka selanjutnya cobalah memilih beberapa kandidat model dari merk yang diinginkan. Setelah itu, dari kandidat-kandidat model tersebut, buat lah daftar perbandingan spesifikasi. Beberapa spesifisikasi tersebut misalnya :
  • Harga pastinya berapa? sebab di awal hanya merancang kisaran. Lumayan kan hemat 100-200 rb buat beli dawet.. hehehe
  • Processor : Intel atau AMD? Speed berapa GHz? FSB berapa?
  • Memory : Kapasitas berapa GB? Jenis memory apa?
  • VGA : ATI atau NVDIA atau Intel? Memory berapa? Memory-nya terpisah atau masih ikut memory laptop.
  • Layar : TFT atau LED
  • Harddisk berapa GB?
  • Peripheral yang lain, seperti : Jenis DVD/CDROM, Port yang disediakan, Konektifitas yang disediakan Wifi a,b,g,n? Bluetooth/infrared? webcam berapa megapixel?
  • Ada Operating System-nya atau tidak. Jika anda tipe suka ngoprek, laptop tanpa OS bisa menjadi pilihan. Perbedaan harganya bisa lumayan signifikan dibandingkan yang ada OS-nya.  Soal legalitas yaa tanggung sendiri… hehehe.
  • Dalam beberapa hal, akan sulit untuk melakukan perbandingan langsung. Karena bisa jadi model yang satu unggul di processor sementara yang lain unggul di ukuran HD.  Saya kemarin mencoba memberikan nilai tiap spesifikasi dan saya jumlahkan total. Semakin bagus speknya maka saya berikan nilai 1 dan bertambah jika speknya turun. Misal : laptop A HD 250 GB, Laptop B 250 GB, Laptop C 320 GB, Laptop D 500 GB maka nilainya adalah Laptop A mendapat nilai 3, laptop B 3, laptop C 2 dan laptop D mendapat nilai 1.  Lakukan terhadap semua spek yang anda bandingkan. Maka nilai total terendah harusnya adalah yang kandidat pilihan terbaik sesuai keinginan anda.

Setelah kandidat pilihan terbaik didapat, coba lah tanya ke mbah Google apakah ada user lain yang menyampaikan keluhan kekurangan dari laptop? Berapa banyak user yang menyampaikan keluhan itu? Dengan demikian anda bisa tahu apakah kekurangan laptop tersebut cukup signifikan atau tidak untuk merubah pendirian ke kandidat kedua terbaik.

Dan  yang tidak kalah penting adalah cobalah mencari info ‘after sales’ dari produsen dan distributor bagaimana? Juga ketersediaan driver setiap perangkat di laptop, apakah tersedia gratis atau harus membayar.

Setelah informasi terkumpul lengkap, barulah memutuskan dimana kita membelinya. Apakah langsung atau online? Beberapa toko online telah menyediakan jasa pengiriman dengan biaya cukup murah dan pengirimannya juga dijamin asuransi. Carilah toko – toko online yang telah telah diketahui reputasinya. Alamatnya jelas, ada nomor yang dihubungi, web online-nya tidak sekedar ‘iklan mini’ yang akan sulit dilacak jika terjadi apa – apa.

Terakhir, kemarin dengan anggaran sekitar 8 jutaan, akhirnya saya memutuskan membeli secara online Dell Vostro 1088 seharga 7,6 juta dan ongkos kirim 200 ribu sampai ke tempat tugas saya di Lubuk Linggau, Sumsel.  Barang sampai dengan aman. Dan menurut saya, harganya sepadan sebab kalau beli di Lubuk Linggau belum tentu ada dan bisa-bisa harganya lebih tinggi.


Responses

  1. Good…………… Benar2 karyawan jempolan.
    Beli leptop dengan dana sendiri🙂

    • Bukan begitu pak. Kemarin itu kepikiran, daripada beli Blackberry mikir bulanan ditambah ‘kewajiban’ membalas email dari mana saja yang tidak mengenal waktu, mending beli Laptop aja yang Insya Allah lebih bermanfaat untuk saat ini… hehehe


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: