Oleh: ekoyw | April 1, 2011

Desa dan Hutan Jati

Apa sih enaknya hidup di desa? Dipinggir hutan lagi? Bagi yang tidak pernah tinggal di desa mungkin bayangan kesengsaraan yang timbul. Namun tahukah anda bagaimana hutan memberikan manfaat bagi masyarakat, bukan hanya untuk tempat menyimpan air tetapi juga kehidupan yang lain.

Cerita ini adalah sebagian pengalaman masa lalu tentang beberapa desa di pinggir hutan jati. Hutan jati biasanya tumbuh subur di daerah pegunungan kapur seperti di pegunungan Kendeng Utara, memanjang dari Blora sampai Lamongan atau juga dari Blora sampai Ngawi dan Madiun. Masyarakat desa sekitar hutan telah lama memanfaatkan hasil hutan ini.

Salah satu sudut Hutan Jati di Lamongan

Misalnya tikar dari daun pandan. Pandan ini biasa hidup liar, dan kadan ditanam, di anak-anak sungai hutan-hutan jati. Oleh masyarakat desa, daun pandan ini diambil. Setelah durinya dibersihkan menggunakan senar, daun pandan ini juga dibelah menggunakan senar menjadi potongan-potongan kecil yang memanjang untuk diolah menjadi tikar. Alatnya cukup sederhana, senar sepanjang sekitar 10 cm diikat kedua ujungnya. Kemudian senar tersebut direntangkan antara jari telunjuk dan ibu jari. Jadilah senar tersebut pembelah daun pandan.

Dalam membuat tikar pandan, terdapat dua lapisan. Yang satu di atas, yang lebih halus dengan daun pandan yang lebih kecil dan satu di bawah yang kasar dan daun pandan lebih lebar. Daun pandan itupun dibelah sesuai dengan tujuannya apakah dijadikan bagian atas atau bawah. Setelah dibelah, daun pandan dijemur. Kemudian dengan menggunakan potongan bambu sebesar sisir yang digenggam, daun pandan tersebut kemudian dihaluskan. Setelah itu daun pandan siap dianyam menjadi tikar.

Pekerjaan ini tidak melulu dimonopoli kaum hawa, para bapak – bapak kadang membantu mencari pandan dan menghaluskan daun pandan. Sedangkan untuk menganyam kebanyakan dikerjakan ibu – ibu. Hasilnya adalah tikar pandan yang halus dan hangat serta yang jelas murah, meriah dan ramah lingkungan karena semua dari alam. Jika bisa dilatih kembali, para ibu-ibu ini bisa dilatih untuk menghasilkan kerajinan tangan yang lain seperti tas, topi, dll.

Manfaat yang lain dari hutan adalah untuk pangan. Banyak sekali hal – hal yang bisa diambil untuk pangan ini. Untuk sayur, bisa mengambil dari wangon atau sayuran lain seperti ‘simbukan’ yang merupakan sejenis tumbuhan merambat yang biasa dimasak mirip pepes atau ‘bothok’.

Saat musim paceklik juga boleh dibilang warga desa tepi hutan tidak terlalu bingung mencari makanan. Ada beberapa umbi-umbian yang bisa dimakan, beberapa daerah menyebutnya ‘Gadung’. Aslinya umbi-umbian ini terasa pahit sehingga harus diolah dulu, dicuci bersih malah ada yang dicuci dengan air kapur untuk menghilangkan rasa pahit yang bisa membuat orang yang tidak biasa makan menjadi mabuk.

Sedangkan untuk kebutuhan protein, ada ‘enthung’ si kepompong ulat jati yang gurih dan renyah saat dimasak tumis, yang tidak jarang beberapa ulat jati yang hitam ikut terambil dan dimasak bersama enthung – enthung ini.

Sepiring tumis Enthung

Luas area hutan Jati di Jawa semakin tahun semakin berkurang. Apalagi tahun – tahun awal reformasi 1998 – 1999 saat pembalakan liar merajalela memanfaatkan euforia reformasi.  Entahlah, apakah Perum Perhutani masih sanggup bergandengan tangan dengan masyarakat sekitar hutan untuk menyelamatkan hutan Jati di Jawa.


Responses

  1. Iyo, perhutani iku asline kerjoe opo yo? Buktine hutan2 yo akeh sing gak slamet

    • Gak se simple iku tur. Mungkin perhutani yo belum optimal, tetapi kalau di Jawa, dan juga luar Jawa, masalah hutan cukup kompleks. Mulai pertumbuhan penduduk yang pesat, tata ruang yang gak jelas, tergusurnya lahan pertanian dan hutan untuk pembangunan, dll. Ujung-ujungnya yaaa balik lagi ke kinerja pemerintahan secara umum yang memang jauh dari memuaskan.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: