Oleh: ekoyw | Juni 23, 2011

Naik Bis Lorena – Karina Kini

Mei 2011 kemarin, aku mendapat kesempatan training di Bandung. Karena sudah lama tidak menggunakan bis maka selesai training, untuk perjalanan pulang balik ke Madura untuk jemput keluarga, aku putuskan naik bis. Di Bandung, aku hubungi beberapa no telp agen bis seperti Lorena, Pahala Kencana dan Kramat Jati. Di Kramat Jati diberi jawaban hanya melayani jalur ke Sumatra saja. Oleh Pahala, diberi jawaban ada bis ke Madura tetapi karena lokasi pool yang jauh dari hotel maka pilihan terakhir adalah naik Lorena yang dekat dengan tempat training.

Bis ini pun ternyata bukan langsung ke Madura tetapi transit dulu di Cikampek. Jadi dari Bandung, naik bis ke agen Cikampek dan disana menunggu bis jurusan Madura dari Jakarta. Tak apalah meski harus berangkat jam 09.00 dari Bandung. Itung – itung petualangan sekalian lama menuntaskan hasrat tidak naik bis apalagi menyusuri pantura.

Jam 09.10 bis Lorena kami berangkat dari pool di Jl. Soekarno Hatta Bandung. Di kaca depan terlihat tulisan LE 236 Bandung – Lubuk Linggau – Bukit Tinggi. Kode LE biasanya berarti Lorena Eksekutif. Lubuk Linggau? Alamaaakkk… berarti ini bis yang biasa lewat kantor setiap sore sekitar jam 15:00 – 16:00 WIB. Berarti total perjalanan sekitar 30 jam dari Bandung sampai Lubuk Linggau ???? Meski bis ini berkode eksekutif tetapi menurutku jauh dari kesan eksekutif. Kursi tanpa leg rest, bagian dashboard mobil tampak karat di sana sini. Demikian juga beberapa interior bis. Yang membuat eksekutif mungkin cuma jumlah kursinya yang sekitar 30 kursi.  Masih mending naik Bis Cepat Eka Jogja – Surabaya meski kursinya terasa lebih rapat.  Berarti ini pula bis yang sempat akan aku naiki ketika akan ke Lampung Januari kemarin.

Singkat kata, setelah mampir di beberapa agen, bis kami pun masuk tol Cipularang. Ternyata keluar gerbang tol Sadang. Di perempatan mall Sadang, anganku melayang sekitar empat tahun lalu saat ada kegiatan survival jualan di sekitar daerah ini. Sekitar jam 11:30 bis kami sampai di Cikampek. Oleh agen Cikampek aku sempat ditawari naik bis pertama ke Madura tetapi dapat bangku belakang. Aku tolak, ga papa naik bis kedua asal dapat lihat layar lebar pantura secara live di depan mata… hehehehe.

Akhirnya sekitar pukul 15:30 bis ku datang. Ternyata saudara muda Lorena, yakni Karina yang akan aku naiki. Dari luar tampilan karoseri bis ini lebih menyakinkan dibanding bis ke Sumatera lagi. Di dalam memang lebih meyakinkan, setidaknya ada leg rest, dashboard lebih bersih meskipun aku tidak mendapatkan selimut dan bantal di kursi yang entah telah melayang kemana. Setahuku memang bis-bis jurusan Madura tidak semewah misalnya bis-bis jurusan Malang. Entahlah….

Sama seperti Lorena, bis yang aku naiki sekarang juga diawaki oleh para ABG (Angkatan babe gueee…. hehehe). Para bapak – bapak ini berumur sekitar 50-60 tahunan.Akhirnya bis pun start dari Cikampek.  Seperti biasa, asongan dodol garut pun masuk. Dari harga 30 rb dapat empat kotak menjadi 6 kotak.

Awalnya aku berharap ada pertunjukan ngebut dan aman dari bis ini. Tapi apa daya, dari awal bis ini sudah diasapi Bis Langsung Jaya tujuan Wonogiri. Berharap dapat ganti mengasapi…. eh ternyata Langsung Jaya langsung lari lenyap dari pandangan. Jangankan bis-bis eksekutif, bis ini pun ternyata juga beberapa kali diasapi oleh bis-bis bumel tujuan Kuningan, Cirebon dan Tegal. Ingatan terakhirku saat naik Lorena adalah ketika spion kanan dekat sopir pecah disambar bis dari arah berlawanan. Kesan bis cepat pun lambat-lambat hilang dari benakku. Yaa sudahlah….. nikmati saja.

Sekitar jam 17:00, bis berhenti untuk service makanan. Di rumah makan yang seluas terminal ini aku bisa bandingkan betapa bis Lorena-Karina ku terlihat jadoel dibanding bis-bisa lain. Dari tampilan karoserinya sudah terlihat, entahlah di sisi dalamnya. Misalnya dibandingkan dengan Bis Harapan Jaya yang asli Jatim.

Bis Harapan Jaya

Sementara inilah bis yang aku naiki.

Bis Karina Jakarta - Madura

Yaaa sudahlah… nikmati saja. Keluar dari rumah makan, bis ku masih berjalan santai. Beberapa kali bis-bis bumel Kuningan dan Tegal mengasapi. Bis pun mulai masuk tol Cirebon sekitar pukul 19:00. Jalan pantura yang lancar yang membuat bis ku bisa masuk Cirebon belum terlalu malam. Awalnya aku berharap di tol ini bis akan sedikit menunjukkan keperkasaannya, setidaknya sisa – sisa kejayaannya. Tetapi tetap ASAP… As Slow as possible. Tanpa keluar Kanci, bis langsung menuju tol Pejagan. Keluar tol Pejagan, kemacetan sudah membayang. Kemacetan ini membuat waktu tempuh antara Brebes – Tegal menjadi sekitar 3 jam. Kemacetan ini terjadi karena perbaikan jalan dimana beberapa ruas jalan terpaksa menjadi satu jalur dan entah kenapa kendaraan dari arah Jakarta lebih menumpuk daripada yang ke Jakarta. Apakah yang ngatur jalan tidak belajar jika pada jam sekian volume kendaraan dari Jakarta akan lebih besar daripada yang dari timur dan pada jam yang lain akan terjadi sebaliknya, sehingga pengaturan lalu lintasnya pun akan diperlakukan lain. Entahlah, mungkin terlalu malam bagi yang ngatur jalan untuk bekerja.

Tapi dalam hati, iri juga dengan warga Jakarta. Seperti setiap tahun, menjelang lebaran maka jalanan di pantura dan keluar Jakarta yang lain akan diaspal mulus-mulus agar warga Jakarta bisa melewati dengan tenang tidak terjebak kemacetan. Andaikan perlakuan serupa, meski tidak setiap tahun, dirasakan juga oleh warga negara yang lain terutama di luar Jawa.

Lepas dari kemacetan, mata ini tidak dapat bertahan lagi. Bangun sebentar, jalanan berliku dan penuh hutan Jati. Aaahhh… Alas Roban ini, sebelah barat Kendal. Bangun lagi, bis masuk Semarang sekitar pukul 03:00, seperti biasa lewat daerah pelabuhan tidak lewat tol. Lampu – lampu dari pembangkit listrik milik Indonesia Power tampak terang benderang, lampu – lampu yang sama yang sering aku pandangi jika lewat Semarang naik kereta. Alamat kesiangan nih, karena waktu tempuh Semarang – Surabaya biasanya 5-6 jam. Aku pun tertidur lagi.

Begitu bangun, lha kok sudah masuk Jatim. Hamparan pantura dan sang surya yang malu-malu akan terbit dari lautan pun mengintip dari sisa-sisa mendung semalam.

Sang Surya mengintip di pantura

Setelah berhenti makan agak lama di Tuban, bis pun melaju ke arah Babat. Ada pemandangan menarik di sekitar hutan Jati sebelum masuk Babat, sepasang orang gila tampak berjalan bergandengan tangan satu sama lain. Tak pelak, pemandangan langka ini menjadi bahan tertawaan antara sopir dan kernet. Sekitar jam 06:30 bis ku seperti berlomba dengan kereta api yang lari dari rel di sebelah jalan pantura ini. Kalo dari perkiraan, kereta eksekutif ini pasti Sembrani yang kalau tidak salah berangkat dari Gambir sekitar pukul 18:30. Bis ku kalah telak…. dalam waktu kedatangan gara-gara macet. Bis ku pun baru sampai di Blega sekitar pukul 10:30. Padahal awalnya aku perkirakan akan sampai sekitar pukul 07:00. Total lebih dari 24 jam jika dihitung keberangkatanku dari Bandung sehari sebelumnya.

Overall…. pengalaman naik bis eksekutif ini tidak se-eksekutif yang aku bayangkan. Bis yang relatif tua dengan kecepatan jalan yang rata-rata adalah salah satu alasannya. Yup… tinggal lain kali kalau ada kesempatan mencoba PO yang lain.


Responses

  1. ada tiket k bangkalan madura ya pak????/

    • Maksudnya cari tiket pak?
      Kalo ke Bangkalan, setelah keluar Suramadu, bis akan belok kiri dulu untuk mengantar penumpang yang turun di Bangkalan dan baru kemudian puter balik ke arah Sumenep.

  2. ada lowongan kerja gak ya d PT.EKA SARI LORENA? Atau PT.RYANTA MITRA KARINA?. Soal ny aq pngen cpet2 krja d kdua pt tersbut.. menjadi seorang SOPIR..

  3. kak dr bandung ke cikampek naik bis apa? bayarnya brpa?

    • Wah, kemarin dari Bandung naik bis Bandung – Bukit Tinggi via Lubuk Linggau yang berangkat jam 09.00, turun di agen Lorena Cikampek.
      Bayarnya yaa sudah jadi satu dengan tiket Bandung – Madura.

  4. emang boos lorena lebih ke kenyaman penumpang apalagi dia udah standar iso… jadi keselamatan yang di utamakan

    • Terakhir lihat, sepertinya Lorena habis meremajakan bisnya. Tapi entah, ganti karoseri atau sekalian mesinnya saja.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: