Oleh: ekoyw | Agustus 22, 2011

24 Agustus

Apa yang istimewa pada bulan Agustus selain peringatan “pitulasan” ? Kalo tahun ini jelas ada yang lebih istimewa yakni Lebaran yang menyebabkan gaung “pitulasan” jadi kurang. Lomba-lomba kurang greget, jualan bendera pun seret.

Ada satu yang istimewa yakni tanggal 24 Agustus. Tanggal ini adalah tanggal lahir 3 TV tertua di Indonesia yakni TVRI (kalo gak salah tahun 1963), RCTI (1989) dan SCTV (1990). Entah mengapa dua TV swasta tertua ini lahir pada hari yang sama dengan TVRI.

Aku mengenal TV Swasta pertama adalah SCTV sekitar 20 tahun lalu. Saat itu, boleh dibilang SCTV adalah adik dari RCTI. Jika RCTI di Jakarta maka SCTV di Surabaya. Konon apa yang diputar di RCTI pun selalu diputar di SCTV.

Di awal tahun 1990-an, menikmati siaran TV swasta apalagi di pelosok, bukanlah sesuatu yang mudah. Antena TV harus diulur panjang menggunakan bambu, kemudian beberapa perangkat ditambahkan sehingga antena tersebut dapat menangkap gelombang UHF TV Swasta yang berbeda dengan TVRI yang selama ini memakai VHF. Pesawat TV pun bisa dibilang masih barang mewah di desa-desa di Jawa pada awal 90-an. Bahkan dikenakan pajak. Waktu itu pun juga ada pajak untuk radio. Kalo sekarang dikenakan, wahhh bisa banyak hasil dari pungutan pajak TV dan Radio, lha HP saja ada radionya… bisa kena pajak tuh jika HP kita ada radionya hehehehe.

Menikmati TV di tahun – tahun itu pun tidak mudah. PLN belum masuk. Genset, yang akrab disebut ‘diesel’,  yang ada di desa pun sering mati daripada hidup. Satu-satunya hanyalah aki. Nge-charge aki atau dulu disebut “nyetrum/nyeterek” aki pun bukan pekerjaan mudah. Aku masih ingat, hampir tiap seminggu sekali harus ke kota terdekat dengan memegangi aki membonceng bapak menyusuri jalan tanah berbatu di tengah hutan yang semakin rusak jika terkena hujan. Sekali nyetrum, aki bisa bertahan sekitar seminggu. Hari pertama masih full bisa lihat semalaman, lama kelamaan hanya bertahan setengah jam dan gambar di layar TV semakin menyempit.

Bagaimana dengan acaranya? TV masih barang mahal, tak heran ketika ada acara bagus warga masih berduyun-duyun ngumpul ke tetangga untuk nonton TV. Misalnya saat malam minggu, meski sekedar TV Sharp cembung ukuran 14 Inch hitam putih yang kemudian diberikan layar pelangi, tetapi tetangga – tetangga, dengan modal sarung, selimut bahkan tikar, tetap berduyun-duyun datang, menunggu acara favorit “Film Akhir Pekan” yang ditayangkan di TVRI setiap malam minggu, mendekati tengah malam. Acara ini biasa menampilkan film Indonesia terkini. Atau lihatlah ketika Mike Tyson sedang jaya-jayanya saat itu, setiap pertandingan yang hampir selalu dilakukan pagi hari maka hampir selalu ada acara nonton bareng, terkesima melihat sang petinju hanya dalam hitungan menit bisa menjatuhkan lawannya. Betul – betul suasana kekeluargaan dan keakraban yang susah ditemui di jaman ini.

Bagaimana dengan siaran TV Swasta? Aku masih ingat beberapa daftar acaranya saat prime time, yakni setiap pukul 20:00 WIB.

Hari Senin, ada film “21 Jump Street”. Johny Depp yang tampil nggilani di The Pirates of Caribbean masih imut dan culun menjadi detektif polisi muda mengungkap kejahatan. Bener-bener masih culun.

21 Jump Street

Hari Selasa. It’s war movie time!! Kisah satu peleton tentara Amrik yang sedang terseok-seok di Perang Vietnam ditampilkan dalam film “Tour of Duty”.  Film ini mengisahkan peleton yang dipimpin Letda Myron Goldman (diperankan Stephen Caffrey) dan Sersan Zake Anderson (diperankan Terrence Knox) memimpin anak buahnya bertempur di Vietnam.  Mungkin gara-gara film ini, soundtrack atau themesong film ini saat ini biasa diputar jika ada tayangan berbau militer.

Tour of Duty

Rabu, saatnya mobil pintar KITT beraksi. KITT atau Knight Industries Two Thousands adalah mobil pintar yang bisa bicara, tahan tembak dan memiliki beberapa roket dan senapan yang siap menghajar musuhnya. Betul – betul kombinasi sempurna untuk membentuk imajinasi anak laki-laki dengan mobil-mobilan, teknologi dan adu otot… hehehehe. David Hasselhoff yang berperan sebagai driver bernama Michael Knight belum memiliki otot sebesar ketika dia berperan di Baywatch.

Knight Rider

Kamis, setelah aksi mobil pintar, maka saatnya aksi helikopter tempur nan lincah dalam seri Air Wolf. Heli tempur ini jika dibandingkan dengan sekarang, tidak sesangar heli tempur semisal blackhawk, apache. Heli jenis Bell 222 yang ramping dan lincah bermanuver lah yang berperan sebagai Air Wolf dan dipiloti oleh Stringfellow Hawke (diperankan Jan-Michael Vincent). Kalo tidak salah, Hawke ini adalah mantan pilot heli di jaman perang Vietnam. Mungkin karena tahun 80 an yang tidak terlalu jauh dari peristiwa perang Vietnam sehingga banyak sekali film-film berlatar perang ini. Mungkin 5-10 tahun lagi banyak film tentang perang Irak dan Afghanistan dan lagi-lagi Paklik Sam jadi pemenangnya yaaa.. hehehehe

Air Wolf

Jumat, waktu yang paling ditunggu saat si Genius MacGyver (diperankan Richard Dean Anderson) beraksi. Mungkin inilah film seri yang masih paling diingat dari sekarang. Tentang seorang agen Phoenix Foundation, yang selalu menolak menggunakan senjata api dan hanya mengadalkan sebilah pisau Swiss Army dan kemampuan Fisika dan Kimia-nya. Film ini sangat-sangat menginspirasi. Aku ingat saat itu, sampai – sampai anak-anak membuat roket dengan selongsong isi tinta pulpen yang terbuat dari logam. Selongsong ini diisi pentul korek api, kemudian disumbat ujung yang satunya. Maka ketika selongsong ini dibakar, melesatlah selongsong ini bak roket. Semua diinspirasi dari film ini. Pokoknya, jika lihat difilm dan sekiranya bisa ditiru, maka segera kami tiru. Film ini juga membuat anak-anak memiliki keinginan tersendiri untuk memiliki pisau multiguna karena melihat sang doi begitu lihai memanfaatkan untuk berbagai hal.

MacGyver

Dan satu yang pasti positif, timbul keinginan untuk menguasai pelajaran fisika dan kimia dan menjadi insinyur demi bisa menyaingi sang doi hehehehehe…….

Sabtu, ini yang aku heran. Aku sama sekali gak punya kenangan acara favorit di malam minggu ini. Yang ada dulu paling sekitar Lenong Rumpi.

Minggu, saatnya detektif beraksi. Perkenalan pertama dengan Mission Impossible dimulai di sini. Theme Song-nya masih sama terdengar dari dulu sampai sekarang. Cuman, karena dulu masih anak-anak maka film – film detektif seperti ini gak pernah masuk dalam pikiran karena terlalu memeras otak demi mengikuti alur cerita.

Well… Saat itu memang terkagum-kagum melihat film itu. Tetapi ketika diputar kembali saat ini, misalnya MacGyver yang atas bantuan Om Google aku bisa dapatkan DVD Seri-nya, terasa lucu juga dilihat. Lampu-lampu panel elektronik yang kerlap-kerlip yang dulu dianggap sebagai panel yang canggih mungkin sekarang tak lebih dari lampu-lampu biasa yang bekerja dengan sistem analog. Atau lihatlah layar cembung komputer dan OS DOS yang ditampilkan yang sudah paling canggih saat itu dan bandingkan Win 7, Mac, dll saat ini. Juga settingnya, yakni meski bersetting timur tengah misalnya tetapi jika dilihat sekarang bisa ditebak hanya di sebuah gurun di Amerika.

Ngomong-ngomong…. nonton MacGyver dulu ah… belum khatam nih sejak setahun lalu😀


Responses

  1. masa muda ayahku katanya jg spt itu ramai2 nonton bareng,visit blogku ya

    • Maklum bro… Jaman TV masih sedikit yang punya. Jadinya kekeluargaannya kental banget.
      Serunya rame – rame, sampai sekarang masih ingat saat nonton film akhir pekan atau siaran langsung tinju Mike Tyson, pasti berjibun kumpul semua.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: