Oleh: ekoyw | Agustus 14, 2012

Standby Lebaran ala Kuli Tower

H-5 menjelang Lebaran. Sudah dua hari driver timku, Epi, tidak masuk karena demam. Ilham, kemarin mengeluh sakit kepala. Aku sendiri hampir seminggu ini batuk dan demam. Ujung puasa Ramadhan memang terasa sekali ujiannya. Apalagi bagi kami, tim seluler, yang tetap puasa meski panas terik matahari menyengat di site.

Persiapan menjelang Lebaran pun sudah jauh kami lakukan sejak awal Ramadhan. Sudah sekitar sejak awal Ramadhan, sudah 2-3 kali, aku nyetir mobil sendiri ke site yang berjarak 70 km dengan jalan penuh kelokan karena problem genset yang tidak selesai – selesai.

“Site ini harus aman !!,” tegasku pada tim. Semua sepakat. Site ini adalah landing point FO. Jika site ini down, maka tidak hanya berdampak di area kami saja. Tetapi juga sampai ke provinsi tetangga.

Problem pertama adalah dynamo charger/alternator genset site tidak bekerja sehingga battery genset tidak terisi. Kami coba mengakali dengan memasang dioda. Berhasil, tapi selang 2 hari kemudian dioda ini terbakar karena arus yang masuk terlalu kuat. Kami ganti dengan dioda yang lebih bagus. Berhasilkah? Masalah belum selesai, genset memang sudah berhasil mengisi battery tetapi battery kami mulai soak. Tegangan memang 12-13 V tetapi tidak nendang sama sekali untuk starter genset. Akhirnya, battery di-rectifier kami korbankan sementara sambil menunggu penggantian battery genset.

Selesai? Ternyata tidak. Masalah lain muncul. Selang solar dari filter solar yang masuk genset ternyata getas/kering dan timbul keretakan dan kebocoran solar dan ini baru diketahui ketika pagi – pagi terima SMS alarm bahwa site faulty karena genset mati kehabisan solar yang bocor. Alhamdulillah perbaikan selang dan battery genset ini selesai. AC shelter juga telah diisi kembali freon-nya. Sementara MCB di ACPDB shelter yang sering nge-trip karena beban berlebih juga sudah diganti dengan MCB untuk daya yang lebih besar.  Untuk sementara site ini telah aman dan semoga seterusnya aman.

Kami kemudian alihkan perhatian mengecek site yang lain. Aku bagi tim menjadi dua. Satu tim mengecek kesiapan listrik, genset dan AC. Pengecekan ini meliputi penggantian olie genset jika diperlukan, penambahan freon, pembersihan AC, penggantian MCB yang sudah lemah, perbaikan listrik PLN jika ditemukan ada fasa PLN yang hilang, ketersediaan BBM genset, pengaturan ATS genset, dan lain – lain.

Satu tim yang lain mengecek kesiapan transmisi dan perangkat yang meliputi pengecekan receive level transmisi perangkat, jalur transmisi BTS sampai BSC, penggantian modul BTS jika diperlukan, re-commissioning BTS – BTS yang sudah terlalu sering restart dan diperkirakan tidak bisa auto restart, dan lain – lain.

Tetapi pengecekan itu ternyata belum cukup. Sekitar 10 hari yang lalu, pencurian di site pun ikut meramaikan persiapan Lebaran tahun ini. Total ada empat site yang mengalami pencurian. Dan yang bikin kesal adalah pencurian kali ini mengincar MCB, Arrester, kontaktor, relay yang berada di kotak ACPDB, DCPDB, ATS dan bahkan di box kWh meter PLN. Terus terang ini modus baru. Biasanya pencuri cenderung mengambil battery rectifier atau BBM Solar. Pencurian modus baru ini pun pilih – pilih. Mereka hanya mengambil MCB yang berharga mahal seperti Merlin – Gerin atau Schneider. Sementara MCB pasaran seperti merk Shukaku sama sekali tidak diambil.

Yang membuat kesal hati adalah pencurian baru ini benar-benar merusak sistem kelistrikan di site. Hampir semua kabel yang terdapat dalam box yang dijarahnya ditemukan dalam kondisi terpotong – potong seperti dalam gambar di bawah :

Box ATS Genset yang di jarah pencuri

Atau seperti ini :

Box ACPDB yang bernasib sama

Usaha untuk recovery box – box inilah yang membuat kesal. Bahkan ada yang bilang kenapa nggak sekalian satu box saja dibawa.  Akhirnya, solusi ala MacGyver pun kami ambil. Untuk ACPDB, hanya output ke arah rectifier saja yang kami recovery sekadar rectifier mendapat catu daya dan rectifier dapat men-supply daya DC ke perangkat seluler.

Lain halnya dengan ATS genset. Perangkat ini terhubung dengan beragam MCB, relay, timer yang saling terhubung satu sama lain menciptakan pensaklaran otomatis untuk memberi perintah kapan genset harus On dan kapan harus Off. Box ini jelas tidak bisa kami recovery sendiri. Cara paling gampang adalah dengan memasang handle manual pemindah catu daya dari PLN dan genset. Tapi ini tidak praktis dan pasti sangat merepotkan. Alhamdulillah, ada stok 1 box ATS yang kontaktornya habis terbakar di BSC. Spare part baru untuk kontaktor yang terbakar itu pun ada. Dan akhirnya bisa kami hidupkan kembali ATS bekas tersebut dengan settingan berubah menyesuaikan tegangan PLN di site yang rata – rata hanya 160-180 VAC. Jika kami paksakan dengan settingan asal maka sudah pasti kontaktor baru yang kami pasang akan kembali terbakar lagi karena seringnya naik turun tegangan di daerah sekitar site.

Langkah preventif pun kami ambil. Pilox kami beli, setiap kami mampir ke site kami cat semua MCB yang berada di site dengan harapan MCB-MCB tersebut tidak akan laku dijual. Beberapa gembok site juga kami ganti karena ada indikasi pencuri memiliki duplikat kunci site. Beberapa vendor yang masih ada pekerjaan aku larang masuk site sampai setelah lebaran.

Selesaikah? belum. Pagi ini, salah satu site nodal yang dilewati banyak BTS gantian berulah. Setelah dicek, ternyata ada fasa listrik yang hilang dan tidak stabil yang membuat genset beberapa menit nyala dan kemudian mati lagi berulang – ulang. Hal ini menyebabkan rectifier tidak optimal men-supply daya DC ke perangkat. Sehingga perangkat BTS pun down.

Lebaran bagi kuli tower memang saat-saat yang mendebarkan. Sering tidak terjadi apa – apa selama masa libur Lebaran. Namun tidak jarang, BTS atau transmisi yang sebelumnya baik – baik saja mendadak menjadi berulah.

Bagi kuli tower, kebahagiaan Lebaran adalah di saat kami bisa ikut libur dengan tenang bersama keluarga merayakan hari kemenangan seperti muslim yang lain tanpa sekalipun diganggu berisik alarm gangguan perangkat yang menjadi tanggung jawab kami. Jikapun ada jadwal standby, kami usahakan bisa standby dengan tenang tanpa gangguan. Untuk itulah kami rela berpanas dan penat ria selama Ramadhan, meski sering harus berbuka dengan segelas air dan sekerat gorengan di pinggir jalan.

Selamat Idul Fitri 1433 H

Taqabballahu minna wa minkum, Shiyamanna wa shiyamakum


Responses

  1. Wah Ternyata Gak Gampang Nya Mengurus Tower Itu TerKadang sih kami sering mengeluh Dengan ad nya Gangguan Jaringan.
    Ternyata Tugas seorang kuli tower sangat Berat gak seperti yg sya bayangin.

    • Yaa nggak berat juga mas. Sama juga dengan pekerjaan yang lain, kadang juga jenuh tapi tidak jarang juga ketawa seperti yang lain. Sama saja kok…

  2. pak kalo mcb kwh ngetrip sekitar 3jam sekali di sebapin oleh apa ya pak???
    saya satu malam suntuk mencari penyebabnya gak ktmu, saya kuli tower pak lagi ada gangguan sampek bingung pak, kalau pernah ngalamin kasi tau ya pak???

    • Beban yang masuk ke MCB berlebih ga? Ada perangkat baru atau instalasi baru ga? Bisa jadi MCB-nya sudah lemah. Coba ganti MCB baru dengan ampere lebih besar sedikit. Kalo masih berulang, berarti kemungkinan adalah karena konsleting yang mungkin disebabkan instalasi perangkat baru yang kurang benar.

  3. kereen🙂

  4. wahh,…sama ne dgn kerja an ku,..maintenance

    • Gimana rasanya bro ?😀


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: