Oleh: ekoyw | April 13, 2015

KRL Nambo… Alternatif Transportasi Bagi Warga Citra Indah (bagi yang minat hehehe..)

Yesss…. akhirnya awal April ini, Commuter Line atau yang dulu disebut sebagai KRL, kembali aktif berangkat dari Stasiun Nambo. Sebuah stasiun yang awalnya diperuntukkan untuk angkutan semen dari Nambo ke Semarang – Surabaya. Sebetulnya jalur yang aneh, mengingat sepanjang pantura Semarang – Surabaya telah ‘dikuasai’ oleh Semen Gresik.

Rasa penasaranku pun tumbuh dengan pertanyaan besar seperti dimana sih letak Stasiun Nambo? Representatif nggak? Jauh nggak dari Citra Indah? Macet nggak? Dan sederet pertanyaan lainnya.

Pertanyaan ini berawal dari kegagalan ngantor pake CL dari Bekasi gara – gara parkir stasiun sudah penuh. Alhasil, seharian kaki kiri harus pegal nginjak kopling menembus belantara macet Jakarta. Berangkat ngantor pake CL ini bisa dijadikan alternatif misalnya saat tahu akan ada jadwal meeting yang lumayan malam yang nanggung. Nanggung karena selesai pas puncak macet sementara nunggu bis feeder Citra Indah atau bis umum lainnya juga nggak jelas berapa lama datangnya.Ā  Pake CL juga bisa jadi alternatif saat misalnya kerja di hari puasa dimana saat pulang kerja kemacetan menumpuk terutama di hari – hari awal puasa saat orang – orang masih giat berpuasa.

Dari segi waktu, naik CL meski harus ke Bekasi juga lebih bisa diprediksi berapa jam sampainya. Perhitunganku, Bekasi – Gondangdia sekitar 30 menit (menurut jadwal CL lho yaa… hehehe) dan Bekasi – Citra Indah berkisar 1,5 jam tergantung kemacetan di Narogong, yang kalo lihat di Google Maps yaa 11 – 12 sama Trans Yogie Cibubur macetnya. Cuma kalo diamati, sepertinya lebih sering macet di Trans Yogie daripada Narogong.

Dari segi biaya, perbedaannya pun tidak jauh. Lebih mahal sedikit memakai CL karena harus ngeluarin biaya bensin, tapi ga terlalu beda jauh dengan jalur tradisional lewat Trans Yogie. Apalagi kalo di jalur tradisional ini pake cara putus nyambung demi mengejar cepat. Misalnya, dari Monas asal naik angkutan yang keluar tol Cibubur dan di Jambore ganti angkot ke Cileungsi kemudian ganti angkot lagi ke Citra Indah. Maka biaya pun nggak beda jauh.

Tapi apa daya, rencana nyoba CL dari Bekasi pun Gatot… hehehehe. Meski akhirnya tahu, kalo mau naik CL harus sepagi mungkin sampai Bekasi agar dapat parkiran mobil utamanya.

Makanya, beroperasinya KRL Nambo pun sempat menjanjikan karena kalo dihitung jaraknya dari perempatan Cileungsi hanya sekitar 10 – 12 km. Atau kalo dari Citra Indah, yaaaa ga beda jauh laaah sama menempuh perjalanan sampai mau masuk Gerbang Tol Cibubur.

Dan, 4 April 2015 kemarin pun perjalanan dimulai dari Giant Metland…lhoo??? Maklum, nganter belanja dulu bro…

Sebelumnya, googling dulu dan ketemu lokasi Stasiun Nambo di sini :

Lokasi Sta Nambo

Lokasi Sta Nambo

Kecil amat bro…??? Hehehe… Ini rutenya dari Cileungsi :

Cileungsi - Stasiun Nambo

Rute Cileungsi – Stasiun Nambo

Menggoda kan bro? Hanya 12 km dari Cileungsi. Meski kita kemudian harus berdesakan naik kereta sekitar 1 jam untuk sampai Manggarai. Ini rute lokasinya jika dari Citra Indah.

Jalur Citra Indah - Nambo

Jalur Citra Indah – Nambo

Terus terang aku belum pernah ikuti kedua jalur itu. Tapi info yang aku dapat, kedua jalur itu kondisi rusak dan banyak yang menyarankan tetap lewat perempatan Cileungsi.

Tetapi… kemacetan telah menghadang begitu keluar dari Giant dan masuk Trans Yogie sampai Cileungsi. Bahkan saat mobil akan belok kiri ke arah Citeureup dari Cileungsi pun kemacetan masih menghadang. Mungkin salah waktu kali yaa.. keluar ke sana saat siang hari saat truk – truk tronton dan bis – bis besar bersiap keluar dari sarangnya.

Keluar Cileungsi, perjalanan lancar… selanjutnya tinggal pasrah diarahkan kemanapun sama GPS Lady yang menyuruh belok kanan – kiri tanpa peduli itu jalanan kampung atau jalan raya hehehe…

Hingga akhirnya sampai di kompleks Semen Holcim plant Narogong. Kalo ngeliat di GPS, harus sudah tidak jauh, tapi kayanya harus masuk jalan desa alias keluar dari Raya Narogong, oke… kita ikuti :

Semen Holcim - Stasiun Nambo

Semen Holcim – Stasiun Nambo

Ternyataa…. masuknya benar – benar ke jalanan sempit khas jalan kampung dan benar – benar keluar masuk kampung melintasi kebun dan sawah – sawah penduduk. Waduuhhh kok terpencil gini nih.

Dari samping kiri nampak deretan tiang elektrifikasi CL, wah dekat stasiun nih. Aku pikir, stasiun akan berada di seberang rel sana yang dekat dengan kawasan Industri. Tetapi ternyata ada di sisi perumahan penduduk ini. Itupun sang mantan pacar yang teriak,”lha.. itu kan stasiunnya…!” Sambil nunjuk pintu stasiun sementara aku tak awas karena konsentrasi nyetir di jalanan yang sempit itu.

Huuiihhsfff… kuputuskan menyeberang rel dan masuk kawasan industri dan kembali ke arah stasiun sambil berharap di sisi inilah stasiun ini berada. Memang sih… ada parkiran truk luas di pinggir rel, tapi sepertinya digunakan untuk bongkar muat semen yang akan diangkut kereta.

Akhirnya aku putuskan untuk kembali pulang dengan melewati jalanan kawasan Industri yang kemudian aku tau mengarah ke Gerbang Tol Gunung Putri. Aku segera keluar, mengarah ke Narogong dan kembali ke arah Cileungsi.

Kesimpulanku sih…..:

– Sebenarnya potensial nih stasiun, tapi letaknya…. terpencil.

– Ga ada angkutan umum, ada sih beberapa angkot lewat depan stasiun. Tapi sepertinya yang akan/dari rumah sopirnya. Ada sih angkot 64 Citeureup – Cileungsi. Tetapi hanya melewati Raya Narogong.

– Buat yang naik motor, bisa jadi alternatif nih… cuma hati – hati saat menuju kesana karena melewati sawah-kebun yang lumayan sepi dan jalan berkelok naik turun.

– Buat yang bawa mobil, kalo ada alternatif masuk dari pintu masuk kawasan Industri, harusnya lebih enak. Jalanan luas dan lebar dan bisa manfaatkan parkir truk – truk Semen dengan konsekuensi kena debu – debu batu kapur.. hehehe..

Stasiun ini potensial sebetulnya untuk menarik minat warga Cileungsi, Cikeas, Gunung Putri pindah ke CL dan mengurangi kemacetan Trans Yogie. Tapi masih banyak sarana penunjang yang mesti diperbaiki.

Untuk sementara, kesimpulan akhirku, jika mau naik KRL masih lebih mending dari Bekasi.

Depok? Jaraknya tidak terlalu beda jauh, belum lagi macetnya Depok + Trans Yogie…šŸ˜€


Responses

  1. emanne ga sampeyan foto mas stasiunne,
    tak nyoba ke nambo dewe mene jumat..

    • Lha yo iku mas. Gara – gara aku duwe asumsi awal, lokasi stasiun + peron iku di sisi Selatan (sisi kawasan Industri). Dadi yo ora nyadar nek nyang sisi utara (sisi kampung e) hehehehe…
      Njaluk tulung di-share nek wis nyoba mas. Utamane angkutan teko stasiun nyang Jl Narogong.

    • Info dari FB, katanya ada angkot 64 “Victory” Jurusan Nambo – Citeureup yang lewat depan stasiun. Tapi memang sih, jumlah angkotnya terbatas. Dan paling malam jam 19.30.

  2. halo.. aku lagi gugling ttg stasiun Nambo, eh nemu wordpress ini. Aku mau nanya dong, kalo dari Cileungsi kan, naik angkot 64, abis itu turun di mana? Terus lanjut lagi, naik apa? Sejak tahu ada kreta, aku tertarik naik kreta buat otw ke kampus. Tapi, gatau arah ke st Nambo-nya. hehehehehe. Makasih, Mas.šŸ™‚

  3. jalan yang dari siliwangi menuju stasiun nambo (jalan nambo) itu masih sepi, dan turun naik lembah, seperti jalan kampung yang jauh dari keramaian. jalanannya pun ga terlalu besar, tapi untuk ukuran mobil sih masih muat 2 lajur meski pas-pasan.
    Di stasiun Nambo sendiri parkirannya luas, namun waktu ku tanya sama scurity nya, mereka bilang lebih baik kalau kendaraan ditinggal untuk jangka waktu yg lama, sebaiknya dititipkan di tempat penitipan kendaraan yg dikelola salah seorang warga dekat stasiun nambo. sebab katanya stasiun nambo masih belum bisa menjamin keamanan kendaraan kita, itu dikarenakan pihak stasiun belum ada pengelola parkir, sedang petugas keamanannya pun masih sedikit. Penasaran juga, ketika saya tanya ke penitipan motor Mr harga jasa penitipan, kata petugasnya untuk motor 4ribu, buka dari jam 5 subuh sampai jam 11 malam. sedangkan kalau motor menginap 1 hari tarifnya 8ribu.
    Trus saya juga tanya ke petugas stasiun nambo, katanya rencana jangka pendek ini rel kereta dari stasiun nambo ke citayam akan dibangun double track ( 2 lajur kereta ). Kemudian rencana jangka panjangnya dari stasiun nambo akan di bangun rel menuju cikarang.

  4. semoga stasiun nambo jadi 2 jalur, dan pastinya jadwal keretanya makin banyak.
    muales bgt lewat transyogi… muacetnyaa pooool…

    amin… hehehe


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: